Raja Yang Setia Dengan Janji ( Cerita dari Kalimantan Selatan )

,



Dahulu kala,hidup seorang perempuan miskin bersama ananknya yang masih kecil, Suaminya telah meninggal dunia. Mereka tinggal di sebuah kerajaan yang di pimpin oleh seorang raja yang sangat arif bijaksana dan di cintai rakyat.
Setiap sore, sang anak perempuan miskin ini bermain di muka, istana bersama teman - teman sebayannya, karena tidak mampu mebeli mainan yang lebih baik, ia hanya bermain dengan seekor nyamuk yang di ikat dengan seutas tali, Kemana dia pergi , ia membawa nyamuk itu.
Suatu kali, ia terlalu asyik bermain, sehingga tidak menyadari kalau hari sudah mulai gelap. Anak ini pun, ingin segera pulang. Sebelum pulang ia datang menemui sang Raja. Ia meminta izin menitipkan nyamuk itu di istana. Sang Raja memperbolehkannya mengikatkan tali naymuk itu di tiang depan istana.
Anak itu mengucapkan terima kasih kepada sang Raja, Lalu, Ia mengikat tali nyamuknya ke tiang yang terletak di bagian depan Istana.
Keesokan sorenya anak itu datang untuk mengambil nyamuknya Namun, teryata nyamuk yang di ikatnya Kemarin di tiang sudah tak ada , yang tersisa hanyalah talinya saja. Di dekat tempat nyamuk itu, ada seekor ayam jantan ilik istana. Ia langsung berpikir bahwa nyamuknya telah di makan oleh ayam tersebut.
Anak tersebut melaporkan hal itu kepada sang Raja. Sang Raja memberikan ayam jantan itu, sebagai gantinya. Anak itu sangat senang, Ia mengikat ayam itu itu dan membawanya kemana - mana, Namun, Saat ia bermain, ayam itu lepas, Ia mematuki bulir-buir padi di dalam lesung milik ibu-ibu yang sedang menumbuk padi. Para ibu itu marah dan melempar ayam tersebut dengan lesung hingga ayam itu mati.
Anak itu mengadu kembali kepada Raja, Raja memperbolehkannya mengambil lesung itu sebagai ganti ayamnya yang mati. Anak itu sangat gembira dan kembali menitipkan lesung itu kepada sang Raja,karena ia masih ingin bermain. Raja menyuruhnya meletakkan di bawah pohon nangka, di depan istana, Ketika anak itu akan mengambilnya lesung itu kembali, lesung itu telah patah jadi dua karena tertimpa buah nangka yang telah ranum.
Sang raja pun memperbolehkan anak itu mengambil nangka tersebut karena sang anak tidak kuat membawanya sendirian, sang raja mengizinkannya menitipkan nangka itu, Ia menyuruh anak itu meletakkan nangka itu di dekat pintu dapur istana.
Bau harum buah nangka itu tercium oleh putri raja yang saat itu sedang bermain- main di dekat dapur. Ketika menemukan buah nangka ranum di pintu dapur istana, ia memakan nangka tersebut.
Keesokan harinya, anak pemilik nangka itu datang dan tidak menemukan nangkanya, Yang ada hanyalah ceceran biji nangka. 
Ia pun kembali melapor kepada sang raja.Raja  kembali tersenyum," Nak, Waktu nyamukmu di makan ayam, Kuserahkan ayam itu padamu, Ketika ayammu mati di pukul pakai lesung aku menyerahkan lesung itu padamu, Ketika lesung itu patah, aku menyerahkan lesung itu padamu,Ketiak lesung patah tertimpa  nangka, aku berikan nangka itu padamu. Nah, sekarang nangka milikmu, di makan oleh putriku, aku akan menyerahkan anakku kepadamu," ujar sang Raja.
Anak itu tidak mengerti maksud Sang Raja, karna usianya masih kecil, Raja menpati janjinya, Ketika anak telah dewas, Ia akan menikahkan pemuda itu dengan putrinya yang telah tumbuh menjadi gadis cantik.

  KEMBALI KE CERITA DARI KALIMANTAN SELATAN