Cerita dan Kisah Limonu Yang Perkasa ( Cerita dari Gorontalo )

,



Limonu adalah seorang pemuda yang tekun dan gigih. Ia pandai silat menjadi murid kesayangan sang guru, yang bernama Hemuto.
Suatu hari, Limonu mengetaui sebuah rahasia dari sang Ibu.Dahulu, ayahnya adalah penguasa daerah itu. Tiga benteng yang ada di sana adalah kekuasaan leluhurnya. Sang Ayah dan kakak Limonu gugur ketika ingin mendirikan kerajaan di Daratan Barat, Namun, sebenarnya, Keinginan ayahnya adalah membela kesejahteraan rakyat sesuai pesan Raja Wadipalapa II

" Lawan ayahnya saat itu adalah gurumu sendiri Hemuto. Dialah yang membunuh ayahmu," kata sang Ibu sambil memberikan keris dan bangga peninggalan sang Ayah.
Limonu sangat terkejut Hatinya bimbang. Ia tidak mungkin membalas dendam kepada gurunya yang terhormat itu. lalu, Ia bertekad untuk membalas kematian ayahnya dengan cara lebih baik.

Limonu membentuk pasukan.Ia ingin mempertahankan daerahnya dari serbuan musuh dan membela kepentingan rakyat. Pasukan itu kemudian terkenal di mana-mana karena ketangguhan dan kepedulian mereka terhadap rakyat.Ketika pasukan sudah cukup tangguh, Limonu berniat memperkenalkan pasukanya kepada perguruan lainnya., Dalam pertemuan dengan tokoh-tokoh dan guru silat itu, Limonu berbicara kepada Hemuto. 

" Guru jika seorang ayah dan kakak mati terbunuh pada pertempuran perebutan kekuasaan, apakah seorang harus meneruskan pertempuran demi membalas kematian ayah dan kakaknya.?
" Jika aku katakan ya, langkah apa yang akan kamu ambil selanjutnya? jawab Hemuto berusaha tenang.
Limonu masih bersikap tenang dan hormat Lalu, ia memberi pilihan pertama, adalah pertarungan.kedua, Sang Guru harus menyerahkan kembali wilayah yang dulu di kuasai ayahnya. Limonu akan memimpin rakyat menuju kehidupan yang lebih baik sesuai yang di pesankan oleh Raja Wadipapala II. Keputusannya diserahkan kepada sang Guru. Hemuto merasa harga dirinya telah di injak oleh muridnya sendiri. Ia memilih bertarung. 

Dalam pertarungan ini, pasukan Limonu yang juga di bantu oleh penduduk yang bersimpati atas  jasa mereka akhirnya mengalahkan pasukan Hemuto, Sebuah benteng Otahona, menjadi saksi adanya perang saudara yang memakan banyak korban, Dengan berakhirnya perang itu. Daratan Barat mutlak menjadi kwkuasaan Limonu. Rakyat pun mendukungnya.limonu semakin terkenal di kedua daratan tersebut dan membuat Hemuto semakin marah.
Suatu ketika, Hemotu menyerang benteng Limonu dari segala arah penjuru . Saat itu juga, Limonu menggulingkan batu besar dari atas bukit di iringi lemparan - lemparan batu oleh rakyat yang mendukungnya. Dalam bahasa Gorontal, kejadian pelemparan itu di sebut " mo dembenga lo botu" Penduduk melempar sambil berteriak - teriak " Dembengal Dembenga timongoliya" ( Lempar, Lempar Mereka ).
Pasukan Helmuto berguguran Beberapa pasukan yang sempat melarikan diri di kejar oleh rakyat sampai ke Daratan Utara. Peristiwa pertempuran dengan pelemparan batu tersebut menjadi nama sebuah desa, Desa Dembe I yang berasal dari kata dembenga ( lempar ) Tempat berakhirnya pengejaran pasukan Hemuto oleh pengikut Limonu di Daratan Utara menjadi Desa Dembe II

Dalam pertempuran antara Limonu dan Hemuto, ada banyak korban. Bangka-bangkai bertumpuk di salah satu daratan dekat pantai Limboto. Gundukan bankai-bangkai itu membukit. Bukit tersebut di namakan Bukit Baruwandi.