Kisah Si Kulup dan Legenda Pulau Kapal ( Cerita dari Kep. Bangka Belitung )

,



Dahulu kala tinggalah kulup dan keluarganya. Suatu hari, ayah kulup menemukan sebuah tongkat di antara rumpunan bambu. Tongkat itu berhiaskan intan permata dan batu merah delima.

Di rumah ia merundingkan soal tongkat itu dengan itrinya dan si kulup. Akhirnya mereka menyepakati bahwa tongkat itu akan di jual  " Sikulup bertugas menjualnya ke negeri seberang.

Di negeri seberang si kulup berhasil menjual tongkat itu dengan harga tinggi, Namun, ia tidak segera pulang, Ia memilih menetap di negeri itu.  Dengan uang hasil penjualan tongkat itu.

Si Kulup menjadi kaya raya dan bergaul dengan kalangan bangsawan dan saudagar - saudagar kaya. Bertahun- tahun ia tak juga kembali ke kampungnya Ia menikah dengan putri salah satu saudagar terkaya di negeri itu.

Suatu kali, mereka si Kulup memerintahkannya untuk pergi berdagang ke negeri lain.
bersama istri kulup mempersiapkan perjalanan dengan membeli sebuah kapal yang besar dan mewah. Ia juga punya anak buah kapal yang tangguh . Ia juga membawa banyak sekali hewan untuk bekal makanan berlayar lalu, mereka pun berangkat berlayar.

Ketika sampai di sekitar Sungai Cecuruk Kuup teriangat akan kampung halamannya. " Kapal pun menepi di sungai itu. berita kedatangan si Kulup pun di dengar orangtuanya. Ibunya segera menyiapkan makanan kesukaan kulup lalu, segera pergi menemui anaknya yang sangat mereka rindukan selam bertahin - tahun.

Kulup, ini ibu dan ayahmu datang Nak, seru ibunya ketika sampai di kapal mewah si kulup.
Kulup tertegun melihat siapa yang datang, Ia malu mengakui bahwa orang tua yang miskin itu ayah ibunya.
Siapa kalian ? Cepatlah pergi dari kapalku, teriak kulup.
"kulup ini ayah dan Ibumu, Apakah kau tidak mengenali Kami? Ini Ibu buatkan masakan kesukaanmu, Nak, jawab ibi si Kulup sedih.

"Pergi aku tidak suka makanan kampung, Orangtuaku saudagar kaya, bukan gembel seperti kalian, seru si kulup dan membuang makanan pemberian ibunya
Hancurlah hati kedua orangtua si Kulup. Dengan bercucuran air mata mereka meninggalkan kapal si kulup. sang ibu tak kuasa menahan sedih. ia pun berucap, " Kalau saudagar kaya raya itu benarlah anakku si Kulup. Semoga karamlah kapal itu bersamanya.




Setelah kata - kata itu terucap, tiba - tiba muncullah badai dan gelombang laut yang sangat besar dan tinggi.. Badai itu menelan kapal mewah si Kulup berserta isinya, Seluruh penumpang tewas seketika termasuk si Kulup.

Beberapa hari setelah kejadian tersebut munculah sebuah pulau yang bentuknya menyerupai kapal. Menurut cerita pada waktu - waktu tertentu, di sekitar situ juga sering terdengar suara - suara binantang yang di yakini sebagai binatang - binatang yang di bawa kulup di kapalnya. Pulau itu di beri nama Pulau Kapal

 KEMBALI KE CERITA ASLI KEP. BANGKA BELITUNG