Kisah Si Bungsu Dan Kisah Sebuah Beduk ( Cerita dari Sumsel )

,



Pada zaman dahulu, di Sulawesi Selatan, ada enam orang adik kakak yang memperebutkan sawah peninggalan ayah mereka yang hanya ada lima petak.Keenam pemuda itu setuju untuk beradu cerita Orang dengan cerita paling bagus berhak atas seluruh bagian sawah itu. 
" Aku pernah menemukan sebuah pohon yang sangaaat besar karena besarnya, kalau ingin mengelilingi pohon itu, Kita akan menghabiskan waktu seharian' cerita si sulung.
anak kedua tidak mau kalah," Aku pernah bertemu sebuah pahat yang sangaaaat besar, pahat itu menancap ke tanah dan tangkai pahat tersebut menjulang sampai ke Langit," 
" Ah, itu belum seberapa" tukas anaka nomer tiga" Aku pernah bertemu seekor Kerbau yang sangaaaaaaaat Besar, Saking besarnya kerbau itu, sampai-sampai ujung tanduknya di pakai untuk tempat bermain bola," 
Si nomer empat tak mau kalah," Aku pernah melihat sebatang rotan yang panjangya bisa melingkari bumi.
Ah' Kalian belum tahu; Aku pernah meliaht sebuah masjid yang sangaaaaaat besar, sehingga, pada saat shalat, imamnya telihat hanya sebesar kuman, ujar si nomer lima. 
"Aku melihat sebuah beduk yang bunyinya sangat kencang," Cerita si Bungsu ," Bahkan, sampai sekarang bunyinya masih terdengar, Kalau tidak percaya, coba saja tutup kuping kalian pasti terdengar bunyi dengungnya.
" Kelima saudaranya menutup kuping dan mendengar dengung angin. Mereka pun percaya " Iya benar juga Beduk sebesar itu terbuat dari apa ? si sulung bertanya. Terbuat dari pohon yang kalau di kelilingi bisa menghabiskan waktu seharian, sahut si bungsu , " Alat apa yang bisa di gunakan untuk membuat beduk itu ?, tanya si nomor dua " Bukankah Kakak pernah melihat kapak besar yang ketika di tancap di tanah maka ujungnya mencapai langit?" ucap si Bungsu tersenyum. 
" Permukaan beduk itu pakai bahan apa ? tanya si nomer empat, penasaran
" Dengan rotan yang kakak bilang panjangnya bisa mengeliligi bumu, sahur si bungsu.
" Jadi , dimana diletakkan beduk sebesar itu ?? ' kata si nomer lima, " Beduk itu di Gantung di Masjid yang sangat besar yang kakak ceritakan, Tengoklah di salah satu sudutnya Samapi kini, beduk itu di gunakan sebagi penanda waktu shalat, " Jawab si bungsu.
Keempat pemuda itu terpaku mendengar cerita adik Bungsu mereka.Tidak di ragukan lagi bahwa cerita si Bungsulah yang paling menarik. Dengan demikian, si bungsu berhak atas harta warisan peninggalan ayah mereka.

BACK KE CERITA DARI SULAWESI SELATAN